Kekuatan Niat Baik

IMG_5168 IMG_5153

KY merasa sangat terhomat, menjadi pembicara di sebuah forum dunia. KY menjadi pembicara dalam sesi dimana 250an peserta dari 28 negara dan ribuan lagi yang mengikuti lewat steeming, dan satu sesi lagi yang diikuti sekitar 40an peserta.

Dalam sesi pertama KY diminta menjelaskan bagaimana transformasi demokrasi terjadi di Bojonegoro, bagaimana asal muasal dan pengelolaan  demokrasi yang secara langsung melibatkan seluruh stake holder. Dalam sesi kedua, KY memberikan sebuah contoh bagaimana melaksanakan sebuah pembangunan oleh semua dan untuk semua: pavingisasi jalan di Bojonegoro. Pada sesi pertama KY menjelaskan />

bagaimana meraih kekuasaan dengan cara murah, bagaimana mensinergikan seluruh potensi sosial, bagaimana praktek demokrasi yang bersifat langsung, dialogis, sinergi dan berbagi peran. Satu lagi bagaimana membangun akar sipritual demokrasi lewat ajaran agama. Untuk terakhir ini KY menjelaskan universalitas surat alfatihah.

Berbagai tanggapan KY terima, baik yang langsung atau lewat media sosial. Dari twitter KY mencatat beberapa komentar twitter;

Richard windows@ourfoodfuture: wow its not everyday I get inspires listening to US politician. Keep up the good work

Haveaniceday@T_indignadx @bensmith 1978 I wold like to think that Yoto’s mssg at#ego toeco is that hierarchy is outdated, even at the time of addressing issues

Bejamin smith:@bensmith1978

Dose Kang Yoto show us that the core issue is not economic sytem but the policat one

Julie Arts@artsofsensing

Kang Yoto, a brave politician from Indonesia, sharing his story at pesencing…picture

Bahkan dua orang  peserta dari Lithuania menghampiri untuk mengundang KY memberikan ceramah untuk pelatihan kepemimpinan mereka. Apresiasi yang sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Seorang kawan bahkan sempat nyeletuk: “KY mengajarkan demokrasi baru kepada dunia”

Dalam keheningan bersyukur, KY berharap mudah2an kegiatan kecil ini sedikit memberi makna buat Indonesia. Tapi mengapa semua ini bisa terjadi? Sampai lulus kuliah KY tidak pernah membayangkan menjadi politisi. Cita-cita waktu kecil menjadi sopir bus, lalu meningkat menjadi guru. Lima tahun yang lalu saat awal menjabat Bupati terbayangpun tidak akan sampai di sebuah forum internasional seperti ini.

Di atas pesawat, perjalanan kembali ke Indonesia KY mencoba merangkai peristiwa demi peristiwa. Kehormatan yang KY peroleh ini karena ada yang mengundang, Otto Scharmer, dosen senior di MIT. Tapi mengapa ia mengundang? Karena pernah melakukan penelitian di Bojonegoro. Bagaimana bisa melakukan penelitian di Bojonegoro? Karena kita di Bojonegoro melakukan suatu perubahan sosial politik yang menurutnya luar biasa. Sebuah demokrasi yang berusaha menempatkan kebahagiaan semua sebagai tujuan bersama, dan mengelola demokrasi benar benar bersifat langsung, nyambung dan saling belajar bekerja mencapai masa depan bersama yang lebih baik. Demokrasi yang tidak mementingkan ego dan kompetisi semata. Praktek inilah yang menurut Otto diperlukan dunia saat ini.

Bukankah praktek seperti itu sangat mungkin juga dilaksanakan di daerah lain? Benar! Lalu mengapa Bojonegoro? Salah satunya karena KY pernah menjadi peserta pendidikan di MIT dan Otto menjadi mentor utamanya. Saat itulah KY mengajukan Bojonegoro menjadi prototype untuk tugas kelompok. Kawan kawan KY seangkatan setuju, ada Tantowi Yahya, Adi Harsono, Aditya Wishesa, Robert, Arlinda dan Chandra. Topik yang diangkat sebenarnya tidak terkait langsung dengan demokrasi, yakni: Improving public service and eridicating corruption. Sepanjang enam bulan dengan dukungan teman staf Pemkab Bojonegoro prototype itu dilaksanakan. Dalam presentasi akhir kelompok itulah, Otto dan fasilitator lainnya tertarik. Maka pada Grobal Forum pertama, kami dapat undangan menghadiri dan sempat diminta menjadi pembicara.

Berarti keikut sertaan KY dalam program IDEAS kerja sama UID Indonesia dan MIT menjadi salah satu sebabnya. Pertanyaannya mengapa KY bisa ikut? Tentu karena lulus tes seleksi, tapi bagaimana bisa ikut seleksi dan berani dengan bahasa Ingris yang terbatas. Karena ada yang merekomendasi dan meyakinkan. Lalu mengapa ada yang merekomendasi dan meyakinkan? Saat KY tanya kepada yang bersangkutan karena tertarik dengan kesungguhan upaya yang KY lakukan di Bojonegoro. Lalu kenapa KY mencoba bersungguh melakukan segala upaya pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan, reformasi birokrasi dan terutama menempatkan masyarakat sebagai bagian penting sinergitas pembangunan. Terpaksa, karena sudah menjadi Bupati dan tidak ingin malu. Tentu tidak cukup itu!

Apakah KY akan direkomendasi seandainya tidak menJabat Bupati? Pasti tidak. Lalu kenapa bisa menjadi Bupati? Karena ada banyak sekali orang yang rela mendukung dengan segala pengorbanan dan partai yang mengusung.

Tapi mengapa KY dipercaya menjadi Bupati? Mungkin karena KY dianggap dapat memberi manfaat untuk Bojonegoro.  Sampai disini, KY ingat pesan almarhum KH Hamam Munaji, guru Ky sewaktu di Madrasah:  “hidup itu harus memberi manfaat buat sesama. Tidak penting engkau menjadi apa dan dimana, tapi yang jauh lebih penting engkau bisa memberi manfaat apa!”. Pesan itu terus menggema dan membimbing KY dalam menata niat hidup, berusaha mewujudkannya dengan belajar, usaha dan bekerja dengan siapapun juga.

Lalu mengapa KY bisa sekolah, kuliah dan bekiprah dalam kehidupan seperti sekarang? Karena ada orang tua, saudara, istri dan anak Ky yang percaya lalu selalu mendorong dan memberi kesempatan.

Kelihatannya sederhana, menjadi pembicara di forum dunia! Tapi ternyata banyak sekali yang terlibat menjadi sebab dan mendukungnya, bahkan banyak yang tidak bisa disebut. KY ucapkan terimakasih untuk semua pihak. Namun mengapa semua skenario kehidupan ini bisa berjalan? Ada saling mendorong, menarik, mengingatkan, memberi palajaran, dan saling memberi energi dan pengorbanan. Semua peristiwa itu membentuk sebuah kisah, episode ke episode, terangkai dan terbaca dengan jelas. Lalu ada energi dan spirit yang mengikatnya. KY percaya itulah kekuatan niat baik dari semua yang terlibat. Niat itulah yang membukakan berbagai kemungkinan yang lebih baik  terbentang di hadapan kita masing masing. Niat baik itu membuka diri kita masing masing dan saling mencari pasangannya untuk mengasilkan hal baik bagi kehidupan sesama. Sensor ketuhanan kita semua berjalan, saling tertarik pada niat baik, ketulusan dan kesungguhan. Sungguh luar biasa kekuatan niat, what wonderfull the power of good and right intention!

Jadi tubuh boleh sakit, tempat boleh berdeda, masalah harus datang silih berganti. Tapi niat baik harus terus menyala. Niat baik  untuk diri sendiri dan untuk sesama. Selanjutnya konsisten mewujudkannya dalam semua upaya dan peristiwa. Pasti akan mempesona semua pihak.  Niat baik untuk sesama itulah kekuatan yang sungguh luar biasa! Lebih menakjubkan karena niat itu barang gratis, yang kita semua, dapat melakukannya.  Sebuah kemerdekaan asasi anugerah ilahi!

Catatan perjalanan mengikuti Global Forum, Pesencing Institut, MIT Boston USA, 11 – 12 Ferbruari 2014.

Ditulis  dalam perjalanan New York ke Indonesia, 14 Feb 2014

Kang Yoto

eff zone

Simple life is good

Leave a Reply